Lukis Mimpimu

Agung Dodo Iswanto, Siswa XI IPA 2, SMAN RancaekekAku pernah bertanya kepada beberapa teman, “Selepas SMA, mau melanjutkan atau bekerja?” Aku mendapat jawaban yang beragam. Ada yang ingin masuk perguruan tinggi negeri dengan jurusan yang dikehendaki. Ada pula yang ingin kuliah sambil bekerja dan beragam lagi jawaban mereka. Namun, mengapa aku menanyakan hal itu? Aku senang karena bisa mendapatkan inspirasi dan aku menyukai orang-orang yang berpikiran ke depan.

Mungkin di antara Belia ada yang nanya, “Bukankah setiap orang punya cita-cita atau mimpi?” Menurutku sih, fenomena yang sebenarnya enggak seperti itu. Enggak sedikit siswa yang belum mikirin mau jadi apa nanti atau ke depan mau mengerjakan apa. Memiliki cita-cita adalah suatu langkah awal untuk memberikan motivasi dalam menggali potensi yang ada untuk menciptakan prestasi.

Enggak jarang memang orang yang memilki cita-cita tapi nggak terlihat “berusaha” untuk mendapatkannya. Kita harus memiliki cita-cita dan yang pertama kali kita lakukan adalah “menspesifikasi” cita-cita yang diinginkan. Caranya? Misalnya kamu bersekolah di SMU. Data pelajaran apa yang kamu sukai dan sesuaikan juga dengan kemampuanmu yang paling menonjol. Hilangkan pikiran kalau kelas “IPA” lebih baik dari kelas “IPS” atau “Bahasa”. Jangan percaya dengan gosip yang enggak jelas seperti yang disebutkan tadi. Cari juga motivasi dari luar, misalnya, berteman dengan orang terdekat yang memiliki prestasi di bidang yang kamu tekuni.

Setelah kita yakin sepenuhnya dengan “masa depan” yang akan kita jalani, ini saatnya mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk berjalan di atas rel yang akan membawa kita menuju gerbang cita-cita. Pahami jalan menuju cita-cita kita, bidang akademiskah atau non akademis. Misalnya, kita ingin menjadi ilmuwan dalam bidang fisika nuklir. Berusahalah tiga kali lebih keras dibanding siswa biasa dalam belajar fisika. Jangan “pelit” dalam mengeluarkan dana untuk mendukung proses belajar, baik itu kursus atau membeli buku tambahan. Percayalah bahwa pengorbanan yang kita lakukan hari ini, akan mendapat balasan yang jauh lebih besar. Melihat ke depan dalam hal positif dan melihat ke belakang dalam hal negatif, maksudnya senantiasa perbaiki diri.

Copy pola pikir dan sikap positif teman, keluarga, ulama, dan siapa saja, tak peduli tukang sampah sekalipun. Cut pola pikir dan sikap negatif dalam diri. Jangan bandingkan kelemahan kita dengan orang-orang lemah. Tapi, bandingkan kebaikan kita dengan orang-orang yang baik. Kita siap berkompetisi, hadapi segala tantangan. Tinggalkan kesenangan sesaat demi mendapatkan kebahagiaan abadi. Gaul dengan orang-orang saleh yang senantiasa mendahulukan pekerjaan yang bermanfaat dari pekerjaan senang-senang semata.

Apabila tembok kegagalan datang. Hmm! Harus dibahas nih. Kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan. Terkejut enggak? Ah enggak, lagipula Thomas Alva Edison “pernah” gagal sampai 9.994 kali sebelum berhasil menemukan listrik. Chelsea juga harus menunggu sampai setengah abad sebelum merengkuh gelar juara premiership. Banyak orang menjadi “orang gagal” ketika dihadapkan pada kegagalan, berhenti berjuang dan berusaha ketika beberapa kali tidak berhasil melakukan pekerjaan dengan memuaskan. Aku benar-benar ingin menyoroti, siapa itu orang yang gagal? Dalam buku Zero To Hero karya Solikhin Abu Izzudin disebutkan orang gagal adalah, orang yang tidak mengakui kesalahan dan kekalahan; orang yang manja, tak mau berusaha apalagi bekerja; orang yang berpikir negatif, bertindak pasif, dan suka mencari-cari alasan

Jelas kan, ini saatnya buat kita untuk menjadi orang yang terus mencoba. Ah? Iya kesimpulan dari pembahasan tadi adalah ukuran dari suatu kegagalan bukanlah berapa kali dia gagal tapi berapa kali dia bangkit kembali. Sempat disinggung tadi tentang mengoreksi diri. Praktis sikap seperti ini wajib dimiliki oleh orang yang ingin sukses. Gambarannya seperti ini, bagaimana seseorang ingin menyembuhkan penyakit yang ada dalam dirinya sedangkan dirinya sendiri tidak sadar kalau dia sedang sakit. Sakit adalah suatu keadaan yang menghambat aktivitas fisik dan atau pemikiran. Jelas kondisi seperti ini harus diperbaiki. Kita semua berharap langkah demi langkah yang kita lalui akan mengantarkan kita menuju gerbang kesuksesan. “Be The Best “, jadilah yang terbaik, jangan jadi biasa-biasa aja. Terakhir, ada satu pernyataan yang aku sukai dari salah satu anime, yaitu “I believe my dream will come true someday.” Percayalah!***

Sumber : Pikiran Rakyat/1 mei 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: