200.000 Guru Dipastikan Ikuti Uji Sertifikasi Pendidik

JAKARTA–MIOL: Sebanyak 200.000 guru dipastikan ikut uji sertifikasi pendidik tahun ini. Ujian yang diselenggarakan 90 Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) ini setelah terbitnya Permendiknas. 

Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas Fasli Jalal mengatakan uji sertifikasi guru ini terutama menyangkut penilaian portofolio guru.

Kami sudah mengirim kuota jumlah dan nama-nama guru yang akan diuji ke daerah. Tetapi, daerah berhak juga menentukan nama-nama di luar nama yang sudah dikirim tersebut, ujar Fasli Jalal ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (18/5).

Sebelumnya, Depdiknas menetapkan 90 LPTK negeri dan swasta yang layak menyelenggarakan program uji Sertifikasi Guru. Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan Permendiknas yang terkait penyelenggaraan program tersebut sudah ditandatangani, 4 Mei lalu. Pengganti PP Sertifikasi Guru ini, menjadi landasan hukum untuk melaksanakan sertifikasi.

Program ini untuk meningkatkan mutu guru-guru di Indonesia. Dengan meningkatnya mutu guru tentu saja mutu mengajarnya meningkat dan pada gilirannya mutu siswa meningkat juga. Ini nantinya akan bermuara kepada peningkatan mutu pendidikan nasional.

Dua kategori

Uji sertifikasi guru dan dosen tersebut, kata Fasli Jalal, terbagi dalam dua kategori. Yakni, guru dan dosen dalam jabatan serta guru dan dosen pra jabatan atau guru dan dosen dengan calon guru dan dosen.

Bagi calon guru dengan kualifikasi S-1 dan D-4 nantinya diwajibkan mengikuti program pendidikan Sertifikasi Guru yang dilaksanakan LPTK berakreditasi dan ditunjuk Depdiknas. Banyaknya berkisar 36 SKS – 40 SKS.

Sedangkan, bagi guru berpendidikan S-1 dan D-4 langsung dites kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio. Ini dalam dokumen yang mendiskripsikan kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, penilaian dari atasan dan pengawas.

Kemudian, prestasi akademik, karya pengembangan profesi, keikutsertaan dalam forum ilmiah, pengalaman organisasi di bidang pendidikan dan sosial, serta penghargaan yang relevan di bidang pendidikan.

Tes tersebut merupakan pembuktian kinerja guru dengan mengacu kepada standar kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi profesional.

Bagi yang lulus memperoleh sertifikasi guru dengan konsekuensi memperoleh tambahan tunjangan profesi satu kali gaji pokok. Bagi yang belum lulus dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan profesi guru yang diakhiri dengan uji kompetensi oleh LPTK tersebut. Jika gagal lagi masih diberi kesempatan mengulang.

Dalam penggodokan konsep Permendiknas ini terjadi tarik menarik dengan berbagai pertimbangan. Tujuannya mengakomodasikan guru dan dosen yang sudah berpengalaman dengan upaya yang ketat melalui uji kompetensi untuk membuktikan kualitas guru dan dosen yang sesuai standar nasional.

Antara lain, guru yang memiliki kualifikasi S-1 dengan golongan 4C, guru S-2 dengan 4B, guru S-3 dengan 4A bisa langsung memeroleh sertifikat guru, tanpa harus membuktikan dirinya melalui portofolio. Tetapi, semua itu harus sesuai bidang studinya atau mata pelajaran yang diampunya.

Begitu juga dosen dengan jabatan profesor bergelar doktor apalagi memiliki golongan 4D untuk apa diuji lagi. Mereka langsung memperoleh sertifikat dosen. (Win/OL-02).

—————————————
Sumber: Media Indonesia Online/Jum’at, 18 Mei 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: