Biaya Operasional Pendidikan Hanya Rp 47,9 Miliar

JAKARTA — Realisasi biaya operasional pendidikan (BOP) menyusut 88 persen dari usulan semula sebesar Rp 400 miliar. Akibat penyusutan itu, BOP bagi siswa Jakarta hanya sebesar Rp 47,9 miliar.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Tatang Rusfandi, mengatakan penyusutan itu karena ada sektor lain yang diutamakan selain BOP. Usulan mengenai besar BOP diajukan oleh Komisi C yang membidangi keuangan. Namun keputusan akhirnya ada di Komisi E yang salah satu bidangnya adalah pendidikan.

Kalau ketetapan akhirnya Rp 47,9 miliar berarti itu sudah melalui keputusan Komisi E dan Dinas Pendidikan Dasar, kata dia, Rabu (16/5). Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Mansyur Syaerozy, menuturkan BOP yang ditetapkan memang lebih kecil dari yang diusulkan namun siswa masih menerima biaya operasional sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah pusat. Jadi tidak ada masalah, yang terpenting siswa tidak dikenai pungutan yang memberatkan, kata dia.

Mulai tahun ajaran ini, tidak cuma siswa sekolah negeri yang menerima BOP. Siswa sekolah swasta pun bakal menerima BOP. Perlakuan itu didasari prinsip tidak cuma siswa sekolah negeri yang orangtuanya membayar pajak daerah.

Bagi Mansyur, pemberian BOP untuk siswa swasta mengandung nilai positif dalam menyetarakan siswa sekolah negeri maupun swasta. Cuma ditegaskan bahwa siswa sekolah swasta elit tidak menerima BOP, ujarnya. BOP hanya dikucurkan bagi sekolah swasta yang secara finansial kurang memadai untuk menyelenggarakan proses belajar-mengajar.

BOP diperuntukkan bagi 39.908 siswa sekolah dasar (SD) yang tersebar di 761 SD dan 19.954 siswa di 689 sekolah menengah pertama (SMP). Saat ini Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta sedang menyusun petunjuk teknis dan surat keputusan penyaluran BOP bagi siswa sekolah swasta di Jakarta.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, Maman Achdiat, menjelaskan tahun ini besar BOS mengalami kenaikan. Peningkatan BOS ditujukan untuk pembelian buku materi pelajaran wajib. Sehingga orang tua siswa tidak terbebani lagi dengan membeli buku pelajaran wajib.

Di Jakarta besar nilai BOP tahun ini adalah Rp 50 ribu per bulan bagi siswa SD, Rp 100 ribu untuk siswa SMP. Sementara, BOS naik dari Rp 19.500 pada 2006 menjadi Rp 21.166 per bulan untuk SD dan Rp 27.500 menjadi Rp 29.500 per bulan untuk siswa SMP.

Beasiswa
Di tempat terpisah, wakil Gubernur DKI, Fauzi Bowo, memberikan beasiswa kepada 8.430 siswa. Rinciannya, siswa SMA sebanyak 6.300 orang, siswa SMK dari keluarga miskin (gakin) sebanyak 350 orang, mahasiswa berprestasi sebanyak 1.600 siswa, dan siswa/mahasiswa berbakat sebanyak 180 orang.

Dana untuk beasiswa ini bersumber dari dana pendidikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2007. Rinciannya, untuk siswa SMA sebanyak Rp 7,7 miliar, mahasiswa sebanyak Rp 2,9 miliar, SMK gakin sebanyak Rp 630 juta, serta untuk siswa/mahasiswa berbakat sebanyak Rp 360 juta.

Beasiswa ini diberikan kepada siswa yang berprestasi dan siswa gakin. Saya kira komitmen Pemprov DKI di bidang pendidikan sudah besar. Bahkan 21 persen dari total APBD 2007 dialokasikan untuk pendidikan, ujar Fauzi, Rabu (16/5).

Ketua Yayasan Beasiswa Jakarta, Maryono mengatakan, para siswa yang menerima beasiswa ini dapat langsung mengambil uangnya dalam bentuk buku tabungan dari Bank DKI. Setiap siswa rata-rata mendapat Rp 1,2 juta. Beasiswa kami berikan melalui Bank DKI, katanya. ind/bud

——————————————
Sumber: Republika Online/Jumat, 18 Mei 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: