Belum Genap Setahun, Sejumlah Gedung Sekolah Rusak

TANGERANG — Kondisi sejumlah gedung sekolah tersebar di lima kecamatan di Kota Tangeran kini mulai rusak. Hasil penelusuran Forum Aliansi Social Control (FASC) di lima kecamatan itu menyebutkan, tingkat kerusakan banguna sekolah itu mencapai 20 persen. Rusaknya sejumlah bangunan sekolah itu terjadi di Kecamatan Karawaci, Cibodas, Tangerang, Priuk, dan Jatiuwung. Kerusakan meliputi plapon yang rontok, ubin lantai pecah-pecah, hingga atap bangunan yang jebol. Bangunan sekolah yang rusak itu merupakan bagian dari 220 sekolah yang dibangun itu peresmiannya dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 3 Januari 2006 lalu. 
Kami mencontohkan, di SDN Perumnas V dan XII setiap hujan sekolah tersebut pasti terkena banjir, ujar Ketua FASC, Udjang Djumala, Ahad (20/5).
Berdasarkan pantauan Republika di enam sekolah di kawasan Cibodas, Perumnas I Karawaci, beberapa bangunan fisik sekolah mengalami kerusakan. Bahkan, di SDN Karawaci 16, 10, dan 5, yang menjadi tempat peresmian 220 sekolah oleh Presiden SBY beberapa waktu yang lalu, terlihat di beberapa bagian bangunan sudah tidak seperti semula.
Bentuk kerusakan antara lain, plapon jebol, atap yang bocor, coran lantai yang jebol, lantai yang miring dan bergelombang, keramik yang retak, dan gipsum yang retak. Yang membahayakan, terlihat keretakan di bagian pagar pembatas dan tiang penyangga sekolah berlantai dua itu. Bahkan pagar pembatas di depan kelas V SDN Karawaci 5 lebar retaknya dua meter.
Salah seorang penjaga sekolah SDN Karawaci 5, Jaan (36 tahun) , mengatakan dua minggu yang lalu gipsum jatuh. Beruntung saat kejadian berketepatan hari libur, sehingga tidak ada korban, tutur Jaan. Selain itu, coran lantai halaman jebol, ternyata isinya kayu dan triplek.
Menanggapi kerusakan sejumlah gedung SD itu, anggota DPRD Kota Tangerang, Wawan Tavip Budiawan, mengaku pihaknya baru mendapat laporan kemarin. Jadi, baru akan kita cek secara langsung Senin (21/5) besok, ujar Wawan yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Tangerang ini.
Menurut Wawan, seharusnya kerusakan ini tidak terjadi. Pasalnya, sekolah tersebut merupakan bangunan baru. Selain itu, katanya lagi, dana pemeliharaan baru akan dialokasikan jika gedung tersebut sudah berusia dua hingga tiga tahun. Karena itu, DPRD akan melakukan investigasi menyusul rusaknya sejumlah sekolah tersebut. DPRD akan mencari tahu apakah ada penyimpangan yang terjadi pada pembangunan gedung SDN ini. Sedangkan Kepala Bagian Infokom Kota Tangerang, Saeful Rohman, membantah jika kondisi kerusakan gedung mengalami kerusakan. Sebab, 220 unit sekolah yang dibangun tahun lalu telah melewati kajian yang ketat.
Bahkan Saeful mengklaim konstruksi bangunan sekolah dimaksud mampu bertahan hingga 30 tahun. Kalau kerusakannya parah seperti yang diceritakan saya tidak yakin, ujarnya. Namun, kata Saeful, pihaknya tidak menampik jika ada beberapa bagian yang mengalami kerusakan. Kerusakan yang terjadi masih dalam skala kecil, imbuhnya.
Selain itu, Saeful menuturkan, jika terjadi kerusakan pemkot akan segera memperbaikinya. Pembangunan 220 sekolah yang dilakukan Pemkot Tangerang tahun lalu menelan biaya hingga Rp 230 miliar. Setiap sekolah, rata-rata mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 1 miliar. 

Sumber: Republika Online/Senin, 21 Mei 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: