”Good News” dari Malang tentang Nasib Guru

Oleh ARIEF ACHMAD

Jurnalistik memiliki dua sisi dalam mengekspos berita yaitu “good news” (kabar baik) dan “bad news” (kabar buruk). Akan tetapi, halaman pendidikan Pikiran Rakyat lebih suka menampilkan sisi baik, yaitu saat pendidikan sukses. (H. Syafik Umar, Pemimpin Umum Pikiran Rakyat)

KETIKA menutup diklat instruktur/fasilitator PKn SMA seluruh Indonesia di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) PKn dan IPS, Malang, Jawa Timur (Selasa, 8 Mei 2007), Kepala P4TK PKn dan IPS, Drs. H. Suparman Adi Winoto, S.H., M.Hum., menginformasikan beberapa hal yang berkaitan dengan nasib guru di Indonesia. Pertama, draf final Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Guru sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sudah berada di tangan Sekretariat Negara. Diharapkan tidak lama lagi RPP tersebut ditandatangani Presiden SBY menjadi PP. Hal ini amat mungkin, sebab bukankah baik Mensesneg (Hatta Rajasa) pun Mendiknas (Bambang Sudibyo) keduanya sama-sama kader PAN?

Kedua, RPP tentang Guru tersebut antara lain mengatur mengenai sertifikasi guru. Semangat PP ini mengakomodasi aspirasi para guru yang berkenaan dengan pemberian sertifikat pendidik tanpa harus melalui uji kompetensi. Sertifikat pendidik diberikan, antara lain, kepada guru-guru yang sudah berumur 50 tahun ke atas, memiliki masa kerja 20 tahun lebih, berpendidikan S2/S3 yang relevan dengan bidang tugasnya, bagi guru PNS yang mempunyai golongan kepangkatan Pembina Tingkat I/Guru Pembina Tingkat I (IV-b ke atas).

Ketiga, khusus bagi guru yang sudah berumur 50 tahun ke atas dan/atau memiliki masa kerja 20 tahun lebih walaupun mereka belum berijazah S1/D4 maka kepadanya tetap dapat diberikan sertifikat pendidik. Keempat, sebelum diberikan sertifikat pendidik, para guru tersebut terlebih dahulu dinilai portofolionya oleh perguruan tinggi/lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang ditunjuk Depdiknas.

Kelima, sekali seorang guru mendapatkan sertifikat pendidik maka ia berhak menggunakannya hingga berhenti sebagai guru (mencapai masa pensiun atau usia 60 tahun, mengundurkan diri sebagai guru, diberhentikan sebagai guru baik terhormat ataupun tidak, dan meninggal dunia).

Terhadap RPP di atas memang banyak mendapatkan penentangan terutama dari pihak LPTK. Namun, kita patut mengapresiasi upaya pemerintah yang telah berhasil merampungkan RPP Guru tersebut dan menggulirkannya ke Setneg RI guna memperoleh pengesahan Presiden RI sebagai sebuah PP. Ini adalah langkah awal yang bersifat revolusioner bagi perbaikan nasib guru yang selama ini terpuruk dan termarginalkan. Draf PP tersebut hendaknya perlu didukung semua stakeholders pendidikan.

Kemudian, apabila LPTK menginginkan adanya sertifikasi guru yang bersifat idealis-normatif, sebaiknya diberlakukan bagi guru yang baru diangkat atau guru-guru yang dikecualikan dari persyaratan sebagaimana tersebut di atas.

Akhirnya, esensi sertifikasi guru yang diamanatkan UU No. 20/2003 maupun UU No. 14/2005, memang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan. Dengan sertifikasi, diharapkan mutu guru tergaransi karena hanya guru profesional yang ditandai dengan kepemilikan sertifikat pendidik, yang diizinkan mengelola proses pembelajaran.

Jika guru yang profesional tersebut kemudian memperoleh tunjangan profesi, diharapkan mereka tidak lagi disibukkan dengan urusan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga dapat berkonsentrasi pada tugas pokoknya sebagai pendidik. Dengan cara itu, kita berharap proses pembelajaran di sekolah berjalan dengan optimal dan pada gilirannya mutu pendidikan dapat meningkat secara signifikan. Semoga.***

Penulis, guru SMAN 21 Bandung; Ketua Asosiasi Guru Penulis PGRI Jabar.

Sumber : Pikiran Rakyat/ Selasa, 22 Mei 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: