Ratusan Guru Honorer Demo Tuntut Insentif

Wali Kota Subardi, “Saya Merasa Sangat Dilangkahi”CIREBON, (PR).-
Ratusan tenaga guru honorer di sekolah swasta yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer Sekolah Swasta (FTHSS) melakukan demonstrasi. Mereka turun ke jalan dan mendatangi Balai Kota Cirebon, Senin (21/5).

WALI Kota Cirebon Subardi (kanan) didampingi anggota Komisi C DPRD H. Azrul Juniarto (kiri) berbicara di hadapan ratusan guru honorer swasta yang mendatangi balai kota, Senin (21/5). Subardi menjanjikan dana insentif akan turun Juni mendatang.*ANI NUNUNG/”PR”

Mereka menuntut pemkot segera merealisasikan dana insentif bagi sekitar 2.116 guru honorer. Sambil menabuh berbagai alat musik tradisional, seperti kentongan bambu dan rebana, mereka bergantian melakukan orasi. Orasi sesekali diselingi lagu-lagu dangdut yang syairnya sudah diganti menyesuaikan aspirasi yang diperjuangkan.

Menurut Ketua FTHSS Dede Permana, aksi guru honorer dipicu oleh kesimpangsiuran informasi yang disampaikan Wakil Wali Kota H. Agus Alwafier dan Sekda H. Ano Sutrisno.

“Menurut Pak Agus Alwafier, dana insentif sebenarnya sudah dianggarkan di APBD 2007 sebesar Rp 6,3 miliar. Namun, Pak Ano Sutrisno justru mengungkapkan hal sebaliknya, pemkot belum menganggarkan dana untuk insentif. Ini sebenarnya ada apa, kok dua pejabat memberikan pernyataan saling kontradiktif. Bagi kami, kalau memang dananya ada, ya harus segera dicairkan,” katanya.

Setelah sekitar empat jam menggelar orasi di depan balai kota, sebanyak 20 orang perwakilan akhirnya diterima Wali Kota Cirebon Subardi di Ruang Adipura. Selama menerima perwakilan guru, wali kota didampingi Asisten Bidang Pemerintahan) H. Hasanudin Manap, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) H. Wahyo, dan anggota DPRD H. Azrul Juniarto (FPKS), Tjipto (FPDIP), dan Lili Eliyah (FPG).

Kepada perwakilan mereka, Subardi menjanjikan rapel dana intensif sudah bisa dicairkan pada bulan Juni mendatang. Sebenarnya menurut Subardi pada APBD 2007, dana insentif belum dianggarkan. Namun setelah negosiasi dengan tiga orang anggota dewan, akhirnya disepakati kalau dana insentif akan dialokasikan dari perubahan dokumen pelaksana anggaran (DPA) dari pos anggaran biaya operasional bidang pendidikan. “Namun, perubahan DPA ini harus mendapat persetujuan pimpinan dewan, sehingga kemungkinan baru pertengahan bulan Juni bisa dicairkan,” katanya.

Dilangkahi

Usai menerima perwakilan guru, Subardi mengaku merasa dilangkahi oleh pejabat di bawahnya yang dinilainya asal bicara. “Bukan hanya merasa dilangkahi, tapi saya merasa sangat dilangkahi. Tulis itu besar-besar,” katanya.

Saat menerima perwakilan guru, Subardi menyesalkan pernyataan pejabat di bawahnya yang asal bicara. Menurutnya, hanya wali kota yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran.

“Dalam laporan keterangan pertanggungjawaban atau LKPJpun yang ada hanya LKPJ wali kota, tidak ada ada LKPJ wakil wali kota atau LKPJ sekda,” katanya dengan nada tinggi, seraya mengingatkan kepada pejabat dengan munculnya gejolak tersebut, untuk tidak memberikan pernyataan asal-asalan.

Sementara itu, anggota DPRD asal FPKS H. Azrul Juniarto menegaskan, persoalan kesimpangsiuran informasi yang akhirnya berujung kepada gejolak massa seharusnya tidak perlu terjadi. Azrul mensinyalir, gejolak tersebut tidak lepas dari muatan politik menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung.

“Sejak awal soal dana insentif sebenarnya sudah ada kesepakatan antara legislatif dengan eksekutif untuk dianggarkan di APBD 2007 ini. Namun, rupanya ada upaya saling potong yang tidak lepas dari kepentingan politik, yang memunculkan kesan ketidakharmonisan dan kurangnya koordinasi,” ujar Azrul. (A-92)***

Sumber : Pikiran Rakyat/Selasa, 22 Mei 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: