Dinamika Proses Belajar

Oleh Drs. SUKMANA

KEWAJIBAN pokok pelajar yaitu belajar. Belajar dengan rajin dan tekun, baik di rumah maupun sekolah. Belajar di sekolah, jadwalnya sudah jelas dan pasti. Waktu dan mata pelajaran yang harus dipelajari sudah ditetapkan sesuai dengan kurikulum. Sedangkan belajar di rumah waktunya lebih leluasa dan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pelajar masing-masing.

Belajar merupakan usaha sadar yang dilakukan individu atau manusia untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan dalam interaksinya dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku hasil belajar bersifat positif. Misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi terampil dan lain-lain. Di samping itu, hasil belajar tidak hanya menyangkut pengetahuan, tetapi juga berkaitan dengan sikap dan keterampilan.

Di kalangan pelajar banyak yang beranggapan, belajar sama atau identik dengna menghafal. Padahal tidak demikian. Menghafal merupakan salah satu bagian dari kegiatan belajar secara keseluruhan. Jadi, masih banyak kegiatan lain – selain menghafal – yang termasuk proses belajar.

Untuk itu, pelajar harus memahami dan melaksanakan berbagai kegiatan belajar. Dengan demikian, diharapkan pelajar dapat mencapai hasil atau prestasi belajar yang baik. Jadi, belajar tidak cukup hanya menghafal.

**

BELAJAR sebagai proses yang dinamis, ada beberapa kegiatan yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh pelajar, antara lain, pertama, memerhatikan penjelasan guru atau mengikuti pelajaran di kelas. Selama proses belajar-mengajar di kelas, dituntut konsentrasi dalam mengikuti pelajaran. Perhatian di pusatkan kepada apa yang sedang diterangkan oleh guru. Jadi, pada saat guru menerangkan, pelajar tidak boleh ribut atau berbuat hal-hal yang dapat mengganggu proses belajar-mengajar. Pelajar yang baik tentu akan mengikuti pelajaran dengan sebaik-baiknya.

Kedua, mengajukan pertanyaan kepada guru. Apa yang dijelaskan oleh guru, kadang-kadang kurang dipahami. Oleh karena itu, pelajar hendaknya bertanya kepada guru apabila pelajaran belum dimengerti. Dalam bertanya harus jelas, dalam ahal apa saja atau materi mana yang belum dipahami tersebut. Dalam hal ini pelajar jangan sampai malu bertanya kepada guru.

Ketiga, menjawab pertanyaan guru. Setelah guru selesai menerangkan, biasanya ia mengajukan beberapa pertanyaan untuk dijawab oleh siswa. Di sini pelajar harus berani mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Jawaban yang diberikan merupakan salah satu tolok ukur kemampuan pelajar dalam belajar. Dengan kata lain, jawaban merupakan tingkat keberhasilan pelajar dalam belajar.

Keempat, membuat catatan, merangkum atau meringkas bahan pelajaran. Catatan hendaknya dibuat dengan singkat, jelas, rapi, dan menarik agar enak untuk dibaca kembali. Catatan ini penting dimiliki oleh pelajar supaya pada saat lupa dapat melihat buku catatan. Tentu saja membuka buku catatan tidak pada waktu ulangan atau ujian, tetapi pada saat menghafal.

Kelima, membaca dan menghafal pelajaran atua buku wajib/paket. Pelajaran yang sudah diterima di kelas perlu dibaca atau dihafal terus-menerus, sehingga dapat dipahami atau dimengerti. Dalam arti kata, ilmu pengetahuan tidak akan dimiliki begitu saja tanpa membaca buku. Karena buku tidak ada gunanya tanpa dibaca.

Keenam, mengadakan praktikum di laboratorium. Selain belajar di kelas, pelajar bisa belajar di laboratorium. Dengan belajar di laboratorium, pelajar dapat mempraktikkan berbagai teori. Di laboratorium bisa membuktikan atau menguji kebenaran teori atau rumus. Di samping itu, melalui praktikum di laboratorium dapat menentukan rumus atau formula baru mengenai ilmu pengetahuan.

Ketujuh, mengerjakan perkerjaan rumah (PR) atau tugas. Sesuai dengan namanya, yaitu pekerjaan rumah, harus diselesaikan di rumah, jangan sampai mengerjakan PR di sekolah. Melalui PR ini dapat dilihat daya tangkap atau daya serap pelajar pada saat memerhatikan penjelasan dari guru di kelas.

Kedelapan, mengikuti ulangan atau ujian. Puncak dari belajar di sekolah yaitu dengan mengikuti ulangan atau ujian. Hasil ulangan atau ujian merupakan prestasi belajar selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar selama satu semester. Satu hal yang harus dihindari pelajar selama ujian, yaitu perbuatan mencontek. Karena nilai hasil nyontek tidak menggambarkan kemampuan belajar yang sebenarnya.

Akhirnya, untuk mencapai prestasi belajar yang baik, pelajar dituntut melakukan berbagai kegiatan belajar. Selama melaksanakan kegiatan belajar tersebut, harus dibarengi dengan sikap rajin, tekun, dan motivasi belajar yang tinggi. Oleh karena itu, prestasi belajar dapat dicapai dengan perjuangan yang tidak mengenal lelah dan putus asa. Sesuai dengan ungkapan, “Tidak ada sesuatu yang dapat dicapai tanpa kerja keras.”***

Penulis, Guru Pembimbing dan Pembina Mading SMAN 10 Bandung. Kompleks Riung Bandung Jln. Saluyu C XI No. 221/IM Kav. 9 Bandung 40292.

Sumber : Pikiran Rakyat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: