Madrasah, Perlu Kembali ke Depdiknas

BANDUNG, (PR).- Akibat kesenjangan prestasi antara madrasah dan sekolah umum, sejumlah pihak menyarankan agar pemerintah mengembalikan madrasah ke bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Mereka menilai, di bawah naungan Depag, keberadaan madrasah justru semakin termarginalkan. Namun, Departemen Agama (Depag) menilai, pengembalian ini justru akan mematikan sebagian besar madrasah, yang umumnya berstatus swasta.

“Dari segi prestasi, madrasah jauh tertinggal di banding pendidikan umum,” tutur Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD), Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, M.S., pada Temu Nasional Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Lingkar Orientasi Bantuan Belajar Indonesia (LOBBI) di Hotel Horison, Jln. Pelajar Pejuang, Bandung, Minggu (20/5).

Bahkan, kata dia selanjutnya, hingga saat ini tidak ada satu pun madrasah yang mampu bersaing memperebutkan posisi 10 besar perolehan NEM. Semua dihuni sekolah yang bernaung di bawah Depdiknas. Kondisi serupa menimpa UIN, yang belum berhasil menembus jajaran universitas terbaik di dunia.

“Untuk mengejar ketertinggalan ini bukan hal mudah. Terlebih, dari segi fasilitas pun jauh lebih rendah dibandingkan sekolah umum. Karena dikategorikan sebagai lembaga keagamaan, unit cost madrasah jauh di bawah sekolah umum,” tuturnya.

Bahkan, kata Nanat, masalah kesenjangan kesejahteraan guru madrasah dan sekolah umum pun belum terselesaikan. Guru yang berada di bawah Depag tidak mendapat bantuan seperti guru sekolah umum lainnya. “Tidak heran jika keberadaan madrasah semakin termarginalkan,” kata Nanat.

Kendati tidak menampik jika infrastruktur dan kualitas madrasah jauh tertinggal, ditemui di acara yang sama keesokan harinya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Depag RI, Prof. Dr. H. Yahya Umar menilai, pengalihan pengelolan madrasah ke Depdiknas bukan solusi yang tepat. “Itu justru bencana. Masalah akan semakin parah,” ujarnya.

Pasalnya, menurut dia, hampir 92% madrasah berstatus swasta. Di Depdiknas, walaupun UU mensyaratkan tidak ada diskriminasi antara negeri dan swasta, kenyataan di lapangan masih terjadi. Hal itulah yang menurut Yahya memicu ketertinggalan madrasah dan pesantren dari sekolah umum saat masih berada di bawah Depdiknas.

“Selama bertahun-tahun anggaran pendidikan selalu memihak negeri. Kita lihat saja, umumnya, infrastruktur sekolah swasta, apalagi yang dihuni sebagian besar siswa tidak mampu, jauh tertinggal,” tuturnya.

Hal itu jugalah yang menurut dia terjadi dengan madrasah swasta saat itu. Padahal, hampir 84% siswa madrasah berasal dari keluarga miskin. “Jika madrasah kembali ke Depdiknas, sedangkan lembaga tersebut masih belum berpihak kepada swasta, apakah madrasah akan diuntungkan?” kata Yahya.

Sementara, menurut dia, jika tetap berada di bawah Depag, madrasah swasta justru akan mendapat perhatian lebih baik. Pasalnya, berbeda dengan Depdiknas, mulai tahun lalu Depag telah mengalokasikan sebagian besar anggaran pembangunan pendidikannya untuk membiayai swasta.

“Kami mencoba membalik kebijakan yang dilakukan Depdiknas. Di Depag, 90% alokasi anggaran pembangunan pendidikan ditujukan bagi lembaga pendidikan swasta. Sisanya, baru untuk negeri. Tidak sedikit swasta yang mendapat block grand,” tuturnya. Yahya menambahkan, di Depag, dari Rp 7,2 triliun anggaran, setengahnya digunakan untuk membiayai program pendidikan.

Sementara itu, untuk memperbaiki kualitas guru, Depag juga menggelar program beasiswa S2 bagi 2.000 guru matematika, fisika, bahasa Inggris, dan kimia. Keempat mata pelajaran itu dipilih karena menurut Yahya, di sanalah letak kelemahan madrasah.

“Diharapkan, empat tahun mendatang, minimal 10% guru madrasah sudah jauh lebih hebat dibanding guru sekolah umum. Sehingga, madrasah tidak lagi dipandang sebelah mata,” tuturnya. (A-150)***

Sumber: Pikiran Rakyat/24 mei 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: