Penghargaan Bagi Sekolah Berbudaya Lingkungan

Oleh Drs. DEDI SUARDI, M.Pd. 

“Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijakan, penataan, pemanfaatan, pemeliharaan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup.” (Pasal 1 UU No. 23/1997)
 

MENGIMPLEMENTASIKAN UU No. 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup ini, Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Departemen Pendidikan Nasional mengembangkan program eco school atau sekolah berbudaya lingkungan hidup. Melalui sekolah berbudaya lingkungan, diharapkan warga sekolah memiliki sikap dan perilaku yang kritis, analitis, kreatif, inovatif dan produtif dalam menanggulangi masalah-masalah di lingkungannya.

Lingkungan hidup terkait erat dengan isu-isu lingkungan hidup global. Sebagai motivasi, Menteri Negara Lingkungan Hidup secara berjenjang melalui Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota dan BPLHD, memberikan penghargaan bagi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. SMA Negeri 1 Mandirancan, Kabupaten Kuningan, tempat penulis bertugas, terpilih sebagai sekolah terbaik berbudaya lingkungan tingkat Jawa Barat tahun 2004, sehingga BPLHD Jawa Barat mengikutsertakan dalam lomba tingkat nasional tahun 2006.

Dalam lomba ini, SMA 1 Mandirancan terpilih sebagai juara I sekolah “Model Adiwiyata” tingkat nasional, sebuah penghargaan tertinggi Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga sekolah kami dapat dijadikan model dan rujukan bagi sekolah lain dalam mengembangkan sekolah berbudaya lingkungan. Berdasarkan pengalaman penulis, untuk dapat mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian bersama.

Pertama, perlu menumbuhkan budaya cinta lingkungan di sekolah. Kepala sekolah sebagai manajer di sekolah mempunyai peranan yang sangat besar untuk menumbuhkan budaya mencintai lingkungan bagi seluruh warga sekolah. Pendidikan moral yang bisa ditanamkan adalah dengan keteladanan yang ditampilkan kepala sekolah, guru dan seluruh karyawan sekolah tentang budaya mencintai dan peduli untuk melestarikan lingkungan.

Dengan cara demikian, seluruh warga sekolah akan menciptakan suasana yang aman, tertib, rapi, bersih dan sehat di lingkungannya. Seluruh warga sekolah dan siapa pun yang hadir di sekolah merasakan suasana yang sejuk, nyaman dan tenteram, yang pada akhirnya dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi terciptannya kegiatan belajar-mengajar. Yang perlu pula ditekankan adalah bagaimana peranan sekolah menumbuhkan kesadaran pada siswa dan seluruh warga sekolah bahwa mencintai dan peduli terhadap kelestarian lingkungan adalah suatu kebutuhan yang mendasar bagi manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Kedua, memasukkan materi lingkungan hidup ke dalam pendidikan intrakulikuler. Kesadaran siswa akan hal tersebut lebih besar peluangnya untuk dapat terwujud manakala secara khusus materi pendidikan lingkungan hidup diberikan sebagai satu mata pelajaran tersendiri sebagai muatan lokal (mulok).

SMA Negeri 1 Mandirancan, sejak tahun pelajaran 2003/2004 menjadikan materi pendidikan lingkungan hidup sebagai satu mata pelajaran tersendiri dalam intrakulikuler sebagai mata pelajaran mulok. Pro-kontra tentang materi lingkungan hidup dijadikan sebagai satu mata pelajaran berdiri sendiri sebagai mata pelajaran mulok, atau terintegrasi terhadap mata pelajaran lain, banyak mengemuka.

Oleh karena itu kita menyambut baik upaya yang dilakukan Pemprov Jawa Barat yang mewajibkan setiap sekolah mulai jenjang SD s.d. SLTA di Jawa Barat untuk menjadikan PLH sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun pelajaran 2007/2008. Yang harus mendapat perhatian bagi guru adalah terutama dalam hal penyusunan silabus materi PLH ini, sebaiknya diramu sedemikian rupa agar sederhana, menarik dan kontekstual dengan kehidupan keseharian sesuai dengan jenjang usia dan tingkat satuan pendidikan siswa.

Adiwiyata hanyalah sebuah penghargaan, lebih dari itu lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, rindang dan indah harus menjadi budaya hidup bagi kita semua untuk menyelamatkan lingkungan, baik sekarang maupun masa yang akan datang. Semoga!*** 

Penulis, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mandirancan, Kabupaten Kuningan.

Sumber: Pikiran Rakyat/24 mei 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: