Kab. Bandung Bentuk Tim Sukses Ujian Nasional

Khawatir Banyak Siswa tidak LulusBANDUNG, (PR).-
Para pengelola SMA di Kab. Bandung, merasa khawatir menghadapi ujian nasional (UN) yang menurut rencana dilaksanakan 16-18 Mei 2006. Selain kenaikan standar rata-rata nilai minimal menjadi 4,51, pada UN tahun ini tidak ada ujian ulangan bagi siswa yang tidak lulus. Padahal, dalam UN tahun lalu, 2% siswa SMA di Kab. Bandung tidak lulus UN tahap I.

Kekhawatiran itu dikemukakan Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kab. Bandung, Drs. Zamzam Mauludin, di ruang kerjanya di SMAN 1 Soreang, Kamis (26/1).

Menurut Zamzam, rasa khawatir terhadap UN lebih banyak dirasakan SMA swasta, meski SMA negeri juga merasakan hal sama. “Kalau madrasah aliyah (MA) di bawah Depag, kami belum tahu persis, karena anggota MKKS adalah SMA di lingkungan Dinas Pendidikan. Tapi, saya kira MA juga merasa khawatir dengan kenaikan standar kelulusan UN,” katanya.

Zamzam memaparkan, seorang siswa dinyatakan lulus bila nilai tiga mata pelajaran UN rata-rata minimal 4,51, dan tidak ada pelajaran yang nilainya di bawah 4,26. Selain itu, seluruh mata pelajaran ujian akhir sekolah (UAS) atau di luar UN, nilai rata-ratanya minimal 4,51. Tahun lalu, standar nilai minimal UN hanya 4,26 dan tidak ada ketentuan nila rata-rata minimal 4,51.

“Dalam UN tahun ini juga tidak ada ujian ulangan. Kami tidak tahu kebijakan Depdiknas bagi siswa yang tidak lulus UN, apakah mengulang setahun lagi atau ikut ujian persamaan,” katanya.

Tim sukses

Jumlah SMA negeri maupun swasta di Kab. Bandung, menurut Zamzam, sebanyak 114 sekolah dengan jumlah siswa yang ikut UN diperkirakan 12.800 orang. “Untuk menekan jumlah siswa yang tidak lulus, Dinas Pendidikan, MKKS, dan pengawas membentuk tim sukses UN,” katanya.

Selain itu, MKKS Kab. Bandung mengadakan try out selama empat kali, dari Januari sampai April. “Try out dilaksanakan dengan dana swadaya dari siswa dan sekolah, mulai dari penyusunan soal, perbanyakan dan distribusi, sampai pemeriksaan lembar jawaban,” katanya.

Try out tahap I, dilaksanakan 18-19 Januari dengan hasil memprihatinkan, karena hanya 30 persen siswa yang lulus. “Angka kelulusan mengacu ke aturan UN terbaru,” jelasnya.

Namun, dia optimistis, hasil try out II pada Februari ini akan lebih baik, apalagi pihak sekolah mulai mengadakan pemantapan UN. “Di SMAN 1 Soreang, misalnya, setiap hari ada tambahan pelajaran untuk pemantapan UN. SMA lain juga melakukan hal sama,” ujarnya.

Menyinggung keterlibatan MA dalam try out, Zamzam mengatakan, pihaknya sudah menghubungi Kandepag Kab. Bandung. “Prinsipnya MKKS siap apabila MA bergabung dalam try out swadaya ini,” katanya.

Pemantapan serupa juga dilakukan SMPN 7 Bandung. “Setiap Sabtu, dari pukul 7.00-13.00 WIB, sebanyak 318 siswa kelas III mengikuti pemantapan,” kata Kepala Sekolah SMPN 7 Bandung, Drs. H. Nandi Supriyadi. (A-71)***

Sumber: Pikiran Rakyat/27 Januari 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: