3.084 Siswa SMA, SMK dan MA se-DIY tidak Lulus Unas

Yogyakarta-RoL– Sebanyak 3.084 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak lulus Ujian Nasional (Unas) 2006/2007, yang pengumuman resminya akan dilaksanakan Rabu (13/6).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY Sugito, Selasa, mengatakan berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Unas tingkat SMA dan sederajat diumumkan paling lambat 16 Juni, tapi karena Provinsi DIY sudah siap, pengumuman dimajukan pada Rabu, 13 Juni pukul 10.00 WIB secara serentak di seluruh SMA, MA dan SMK.

Dari 3.084 siswa SMA, MA dan SMK yang tidak lulus Unas 2006/2007, kata Sugito, untuk tingkat SMA dan MA program IPA dari 9.037 peserta tercatat 496 siswa tidak lulus, program IPS dari 11.584 peserta yang tidak lulus 829 siswa, dan program Bahasa dari 251 peserta tercatat tiga orang tidak lulus, sedangkan untuk SMK dari 18.500 peserta tercatat 1.756 siswa tidak lulus.

Sugito mengatakan, selain karena sudah siap, alasan lain dimajukannya pengumuman kelulusan tersebut adalah untuk memberi waktu yang lebih longgar kepada siswa yang lulus untuk mendaftar ke perguruan tinggi.

“Sedangkan bagi peserta yang tidak lulus, dan berminat mengikuti ujian Paket C atau setara SMA, punya waktu banyak untuk mempersiapkan diri karena ujian Paket C akan diselenggarakan 19 – 23 Juni,” kata dia.

Dikatakannya, peserta Unas 2006/2007 dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan ujian nasional, yakni memiliki nilai rata-rata 5,00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 atau memiliki nilai 4,00 pada salah satu mata pelajaran, tetapi nilai dua mata pelajaran lainnya minimal 6,00.

“Khusus SMK juga ada penilaian tersendiri terhadap nilai ujian kompetensi yang dihitung secara rata-rata,” katanya. Selain itu, siswa yang dinyatakan lulus setelah menyelesaikan seluruh program pendidikan, lulus Unas, lulus ujian sekolah dengan nilai rata-rata 6,00 dan nilai hasil pengamatan untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, pendidikan kewarganegaraan, kepribadian, estetika, dan olahraga minimal baik.

Ia menambahkan, untuk peserta yang tidak lulus dapat mengikuti ujian Paket C yang akan dikoordinasikan lewat sekolah, namun ini sifatnya tidak wajib. “Ujian kesetaraan Paket C ini hanya untuk dua program, yaitu IPA dan IPS,” kata dia.

Menyinggung soal angka kelulusan di DIY, ia mengatakan meskipun tahun ini standar kelulusan naik, ternyata tingkat kelulusan juga naik. Ini berkaitan dengan sosialisasi kepada pihak sekolah yang kemudian ditindaklanjuti oleh para guru yang mempersiapkan anak didiknya dengan baik.

Berkaitan dengan pengumuman pada Rabu (13/6), Dinas Pendidikan DIY telah menyampaikan surat kepada Kapolda DIY untuk membantu pengamanan. Begitu juga pihak sekolah telah mengirim surat permohonan pengamanan ke Kapolres dan Kapolsek di wilayah masing masing.

“Pengamanan ini penting untuk mengantisipasi konvoi kendaraan serta aksi corat-coret yang dikhawatirkan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Sugito. antara

Sumber: Republika online/12 Juni 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: