Siap-siap Masuk SD

Sejak awal tahun Asti aktif mendatangi beberapa sekolah dasar. `’Cari sekolah yang cocok untuk Saras,” katanya. Asti tak mau main-main. Ia melihat Saras sudah lebih pintar ketimbang rata-rata teman sebayanya. ”Dia sudah bisa baca, bisa hitung tambah-tambahan, sudah bisa bahasa Inggris,” ungkapnya, ”Dia baru lima tahun.”

Dengan kepandaian seperti itu, Asti tak melihat jalan lain kecuali segera memasukkan Saras ke SD. Dengan kata lain, ia ingin mengatakan, Saras sudah siap betul masuk SD. Kesiapan anak masuk SD sering menjadi tanda tanya bagi para orangtua. Ada anak yang berumur empat tahun sudah pintar membaca, berhitung tetapi amat pemalu, tak berani jauh dari orangtuanya. Ada juga yang sudah berumur enam tahun, pandai bergaul, tapi belum mengenal huruf dengan baik. Berbagai macam tipe kondisi anak yang dihadapi para orangtua.

Soal kesiapan masuk SD memang tak ada angka umur yang pasti. Psikolog dan pakar pendidikan sepakat, tidak semua anak yang sama usianya dikatakan siap masuk SD. Ada anak yang baru berusia 5,5 tahun sudah siap masuk SD, tetapi ada juga anak yang sudah berusia 6,5 tahun belum siap masuk SD.

Meskipun bukan suatu kewajiban, psikolog tumbuh kembang anak RS Dr Sardjito/Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Dr Indria Laksmi Gamayanti MSi berpendapat, anak yang akan masuk SD perlu melewati masa TK (taman kanak-kanak). Sebab, TK akan membantu anak dalam proses adaptasi. Ketika anak di dalam rumah saja, biasanya akan mengalami masalah penyesuaian dan sosial.

Start positif
”TK dan SD itu tentu saja ada perbedaannya,” katanya. Di TK anak betul-betul masih bermain dan kadang saat berada di sekolah masih ditunggui orangtua. Berbeda halnya di SD anak tidak boleh ditunggui, ada peraturan yang harus dituruti, lingkungan belajarnya lebih formal. Di SD ada banyak orang dan hubungan yang harus dijalani anak dan lingkungan fisiknya pun sering kali jauh berbeda ketimbang di TK.

Karena itu anak yang akan masuk SD perlu pelan-pelan beradaptasi untuk berinteraksi dengan lingkungan barunya. Selain itu yang perlu dipersiapkan ketika anak mau masuk SD lainnya adalah kesiapan motorik, kognitif, dan emosi. (Baca Sudah Siapkah Dia Jadi Murid SD?)
Anak yang hendak masuk SD perlu ada persiapan yang meliputi:
1. Tingkat kematangan perkembangan kognitif.
2. Tingkat kematangan emosi/sosial, anak sudah bisa mandiri.
3. Tingkat kematangan mental, di antaranya anak mau menerima peraturan sekolah.

Diharapkan anak pada usia 6-7 tahun sudah bisa mencapai kematangan itu. ”Bila ada anak usia 6-7 tahun yang belum matang/tidak siap secara psikologis,” kata Gamayanti, ”Barangkali ada proses pengasuhan yang kurang pas, misalnya orangtua terlalu protektif atau melindungi si anak berlebihan anak.”

Bukti menunjukkan, anak yang mengalami start secara positif cenderung akan menjalani kehidupan di dunia akademisnya dengan baik dan mengalami keberhasilan secara akademis maupun sosial. Transisi menuju sekolah mungkin peralaman pertama anak pada dunia luar selain keluarga inti maupun keluarga besarnya.

Bagaimana jika anak tidak siap masuk SD? Penyesuaian yang dijalani anak akan membutuhkan waktu yang lama. Dalam hal ini, seharusnya orangtua tidak berjuang sendiri. Guru mestinya memerhatikan masing-masing murid. Misalnya, dalam satu bulan si anak masih belum siap, guru harus ada tindak lanjutnya. ”Karena itu guru kelas I itu lebih baik yang senior,” kata Direktur Lembaga Layanana Psikologi dan Pendidikan Anak, Silaturrahim Pecinta Anak Yogyakarta itu.

Tapi, di rumah orangtua tetap harus mewaspadai ketidaksiapan itu. Sebab, jika anak yang tidak siap masuk SD itu tidak segera diatasi maka ke depannya termasuk anak yang mengalami kesulitan dalam belajar. Anak juga akan semakin sulit berkonsentrasi, lebih suka menyendiri. ”Kesulitan emosi yang tidak segera diatasi dalam waktu dekat maka si anak menjadi terganggu,” kata Niken.

Beberapa bulan sebelumnya
Banyak pakar pendidikan yang berpendapat, persepsi anak terhadap dirinya sendiri sebagai orang yang sedang belajar, dan seseorang ‘warga’ sekolah, sering kali terbentuk pada hari-hari awal mereka bersekolah. Masa penyesuaian yang baik bisa membantu anak untuk mendapatkan permulaan positif masuk sekolah.

Bagi seorang anak, masuk SD sama besar maknanya dengan masuk dunia akademis untuk pertama kalinya. Dalam diri anak akan ada perasaan kecemasan dan mereka membutuhkan persiapan. Persiapan ini sebaiknya dimulai beberapa bulan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Sebaiknya orangtua mencari informasi pada sekolah yang dituju tentang aturan dan harapan sekolah pada murid-muridnya. Lalu, bantulah anak untuk menyesuaikan diri dengan harapan itu.

Persiapan mental anak dimulai dari mencari seragam sekolah, alat tulis, dan keperluan sekolah bersama. Anak perlu diajak untuk memikirkan apa saja yang dimilikinya di waktu TK yang masih bisa dimanfaatkannya di SD. Biarkan anak memilih kotak bekal, tas sekolah, sepatu yang cocok untuk dirinya.

Dalam diamnya, kerap anak menyimpan kecemasannya menghadapi sekolah baru. ”Sebaiknya orangtua sebelum memasukkan anak ke sekolah, mengenalkan dulu kepada anak tentang lingkungan sekolah,” kata Niken. Karena itu, sebaiknya anak dibawa mengunjungi calon sekolahnya, kalau bisa berkenalan dengan beberapa orang guru. Melihat fasilitas apa saja yang ada di sekolah, termasuk letak WC/kamar mandinya. Tidak cuma itu. Orangtua pun penting meluangkan waktu untuk mendengar suara hati sang anak tentang sekolah. Biarkanlah anak menumpahkan rasa cemasnya.

Membiasakan diri
Seminggu sebelum sekolah, ajak lagi anak untuk membaca bersama aturan sekolah. Pastikan bersama semua surat-surat, formulir, sudah terisi, dan dikembalikan ke sekolah. Orangtua pun penting memastikan ulang bahwa sang anak tahu letak rumah dan sekolahnya. Karena itu, anak perlu paham benar rute dari rumah ke sekolah.

Kegiatan rutin harian anak pun mulai dipersiapkan sesuai jadwal sekolah. Artinya, mengatur jam tidur anak, dan ia harus bangun beberapa jam menjelang masuk sekolah. Dengan demikian, saat hari pertama masuk sekolah, anak tak akan mengalami gangguan kebiasaan. Persiapan malam hari menjelang masuk sekolah merupakan masa yang penting. Orangtua penting mengecek isi tas anak sehingga semua yang dibutuhkannya sudah tersedia. Bicarakan bersama anak apa saja kira-kira yang akan dialaminya esok hari pada hari pertamanya di sekolah. Ajak dia menyiapkan seragam yang sudah disetrika, sepatu, dan kaus kakinya.

Ajaklah anak tidur sedikit lebih awal untuk memastikan tidurnya cukup. Pagi hari, hari pertama masuk sekolah adalah hari yang mendebarkan. Tak hanya anak, orangtua pun merasakannya. Doronglah anak melakukan persiapan keberangkatan sendiri, ayah ibu mengawasi. Anak perlu diingatkan rencana tentang sepulang sekolahnya nanti. Meskipun orangtua tak bisa mengantarkan sekolah setiap hari, tapi untuk hari pertamanya, upayakan untuk mengantarkannya sendiri. Orangtua penting menunjukkan wajah gembiranya, melepas anak masuk kelas, agar anak merasa mendapat dorongan semangat yang besar.

Apa yang bisa dilakukan orangtua sepulang hari pertama anak masuk SD? Bicarakan tentang kesannya pada hari pertama di sekolah. Bila orangtua mempunyai ganjalan pertanyaan hendaknya segera disampaikan. Jangan lupa tanyakan juga pada anak, catatan pengumuman yang dibawanya. Belilah peralatan sekolah tambahan yang mungkin dibutuhkan anak. Hari pertama masuk SD adalah hari istimewa. Tak ada salahnya ayah ibu membuat makanan khusus di hari itu, merayakan suatu tahap perjuangan yang akan dihadapi si buah hati. nnri/theparentsite.com

Wajib Tahu 5 Hal

Yang perlu disiapkan orangtua di rumah apabila anak menjelang masuk SD adalah:
1. Anak sudah hafal nama kedua orangtua. 2. Anak tahu alamat rumah.
3. Anak tahu nomor handphone orangtua dan telepon rumah.
4. Anak tahu pekerjaan orang tua.
5. Pastikan anak berani untuk melapor bila ada sesuatu yang dia merasa tidak aman pada dirinya.

Sumber: Republika Online/17 Juni 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: