Menkes Ijinkan Unair Kembangkan Rumah Sakit Pendidikan

Surabaya-RoL–  Menteri Kesehatan mengijinkan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengembangkan Rumah Sakit Pendidikan yang selama ini hanya RSUD dr Soetomo yang dikenal sebagai “teaching hospital.” 

“Pengembangan Rumah Sakit Pendidikan itu penting karena jumlah dokter spesialis di Indonesia masih sangat kurang,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unair Prof Dr dr Muhammad Amin Sp.P(K) di Surabaya, Senin.

Saat memberikan sambutan pada Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 (PPDS-1) FK Unair I-2007, ia menjelaskan rasio jumlah dokter spesialis di Indonesia saat ini sangat tidak seimbang. “Kalau satu dokter spesialis melayani 110 ribu penduduk yang meminta pelayanan kesehatan tentu sangat kurang.

Kalau hal itu dibiarkan maka dokter asing justru akan masuk ke Indonesia,” ungkapnya. Di Filipina dan Vietnam juga masih kurang, katanya, tapi rasio antara dokter spesialis dengan jumlah penduduk mencapai satu dokter spesialis melayani 18 ribu penduduk, karena itu sangat mungkin dokter dari vietnam dan Filipina akan masuk ke Indonesia.

Sementara itu, jumlah lulusan dokter spesialis pada 2007 masih mencapai sekitar 12 ribu, sedangkan kebutuhan akan pelayanan dokter spesialis mencapai 22 ribu. “Kalau kondisi itu tidak ada perbaikan atau inovasi maka jumlah lulusan pada 2010 diperkirakan hanya mencapai sekitar 18 ribu orang, sedangkan kebutuhan akan pelayanan dokter spesialis mencapai sekitar 32 ribu,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya telah meminta ijin ke Menteri Kesehatan untuk mengembangkan beberapa RS di Jatim sebagai RS Pendidikan, kemudian Menkes menyetujui permintaan itu. “RS Pendidikan antara lain akan kami kembangkan ke RSU Dr Sardjito Jember, RSU Syaiful Anwar Malang, dan RS Soewandhi milik Pemkot Surabaya, dan beberapa RS yang masih kami hitung,” katanya.

Ditanya tentang solusi mempermudah penerimaan dan kelulusan, ia menyatakan hal itu tidak bisa dilakukan karena sudah menjadi standar universitas. Dalam penerimaan mahasiswa baru itu, Rektor Unair Prof Dr H Fasich Apt mengungkapkan rasa bangganya dengan adanya mahasiswa dari Malaysia yang menempuh pendidikan dokter di FK Unair.

“Hal ini menunjukkan bahwa Unair diakui internasional, namun hal itu juga menimbulkan dilema, karena Malaysia kini semakin maju, terutama dalam bidang pelayanan kesehatan, sehingga Malaysia akan mampu mencapai rasio ideal pelayanan kesehatan kepada masyarakat karena negara membiayai mereka,” ucapnya.

Ia menambahkan para calon dokter spesialis juga perlu menghilangkan sifat komersialisme dan mengembangkan sifat altruisme dengan mengembangkan sikap keberpihakan kepada yang lemah.

Sumber: Republika Online/18 Juni 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: